Rabu, 30 September 2009


ILMU BUDAYA DASAR

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut Basic Humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa inggris disebut dengan istilah The Humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya ( homo humanus ). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, Negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan ( primodial ) kesukuan dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan dampak positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran system nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusia pun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakanya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negative akibat dampak negative teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.


Tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah :
1. Mengenal lebih dalamnya dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya aja.
2. Mengenal perilaku diri sendiri atau pun orang lain
3. Sebagai bekal dalam pergaulan
4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia
5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakanya.
6. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku

Latar belakang diberikanya Ilmu Budaya Dasar pada program pendidikan di Perguruan Tinggi dalam rangka menyempurnakan pembentukan sarjana. Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilakan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas :
1. Kemampuan Akademis
2. Kemampuan Professional
3. Kemapuan Personal
Dengan kemampuan yang dimilikinya lulusan Perguruan Tinggi diharapakan menjadi sarjana yang cakap, ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahlianya.

Selasa, 08 September 2009

dengan 180 rb

Berarti ga ya sekarang ini ? Kalo 5 tahun dari sekarang ? 10 tahun dari sekarang ?Pikirkan uang 180 ribu kita, akan kita habiskan buat apa sebulan kedepan, mungkin habis dalam seminggu kedepan, atau tidak sampai 3 hari sudah habis ? Pikirkan keuntungan jangka panjang dari 180 ribu ? Loh, wong abis kok mikirin jangka panjang sih…
Untuk ini mungkin (sekedar ilustrasi):Makan 10-30 ribu sehari X 6 – 18 hari = Rp. 180.000,-Nonton di XXI hari weekend sama pacar atau istri, 70 ribu. Nonton 2 minggu + Popcorn dsb = Lebih dari Rp. 180.000,-Bensin mobil. 2 Hari Rp. 50.000,- . 1 minggu kira-2 = Rp. 180.000,-Parkir mobil. 1 hari = 9 Jam Rp. 18.000,-. 10 hari = Rp. 180.000,-Ngopi di Starbucks setiap minggu + Parkir = +- Rp.180.000,-Ada contoh yang lain mungkin ?
Semuanya habis begitu saja, mungkin ada yang bisa mengambil dari manfaat Rp.180.000,- tadi. Berupa kenalan baru mungkin, sebuah kisah cinta yang mengharukan, ketemu teman lama, atau kenangan film yang selalu diceritakan ke orang lain.
Perhatikan Rp. 180.000,- yang ada di dalam nominal ATM atau di dompet kita. Perhatikan baik-baik cara Rp. 180.000,- tadi menghilang. Mungkin kita akan ingat hari ini. Tapi besok dan minggu depan mungkin sudah lupa untuk apa Rp. 180.000,- kita tersebut.